SELASA, 16 NOVEMBER 2010 | 02:27 WITA | 202059 Hits
Share |

BKD Pemkot Makassar Kerjai Pelamar
Format Lamaran Tiba-tiba Berubah

KIRIM BERKAS. Para pelamar CPNS dan CPNSD di kantor Pos Indonesia Jl Slamet Riyadi Makassar, malam tadi. (FOTO YUSRAN/FAJAR)
MAKASSAR -- Proses pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dimulai di Kota Makassar, Senin, 15 November. Ribuan warga yang mencoba peruntungan mendatangi kantor pos di kota ini.
Sayangnya, pelamar CPNS Pemkot Makassar kebingungan di hari pertama. Penyebabnya, ada kesalahan dalam pengumuman contoh surat lamaran dan harus dilakukan ralat. Ribuan pelamar pun dipastikan memasukkan surat lamaran salah.

Kesalahan contoh surat lamaran yang ditempel di kantor pos terjadi pada contoh lamaran pendaftar usia 18 tahun sampai dengan 35 tahun. Pada pengumuman pertama, pihak Pemkot Makassar dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menuliskan lampiran pas foto hitam putih ukuran 3x4. Pelamar yang datang pagi pun mengikuti petunjuk itu.

Hanya saja, siangnya, contoh lamaran ini dicoret dan ditambah keterangan bahwa foto lampiran harus berwarna. Itu dilakukan pegawai PT Pos Indonesia setelah menghubungi BKD dan memastikan ada kesalahan.

Belakangan, sekira pukul 18.10 wita, pihak BKD Pemkot Makassar mengeluarkan pengumuman ralat lampiran. Foto yang dilampirkan harus berlatar belakang warna merah.

Tak hanya soal pas foto yang diralat. Beberapa lampiran surat lamaran juga berubah. Ini membuat bingung dan mengecoh pelamar yang telanjur memasukkan surat lamarannya sejak pagi hingga sore hari.

Untuk pelamar usia 18 hingga 35 tahun ternyata terjadi perubahan jumlah lampiran. Poin 1 contoh lamaran yang diumumkan pertama misalnya menyebutkan bahwa fotokopi ijazah terakhir dan transkrip nilai yang telah dilegalisasi pejabat berwenang. Namun belakangan diralat atau ditambah harus bertandatangan dan dicap stempel basah.

Selain itu, poin 4 contoh lamaran pertama yang berbunyi "Pengalaman kerja pada instansi swasta berbadan hukum yang menunjang kepentingan nasional (pada tanggal 17 April 2002 telah bekerja minimal 5 tahun) yang dibuktikan dengan SK pertama dan terakhir yang telah dilegalisasi" dihapus di pengumuman kedua.

Pada contoh lamaran kedua yang dimunculkan adalah surat pernyataan tidak sedang mengikuti pendidikan spesialis bagi pendaftar jabatan dokter umum (bermaterai Rp6.000).

Saat seorang pegawai asal BKD datang membawa contoh surat lamaran usia 18-35 tahun, pihak PT Pos Indonesia di Kantor Pos Besar Jalan Slamet Riyadi terpaksa mengganti pengumuman yang sudah telanjur ditempelkan di beberapa tempat.

Contoh surat lamaran dan keterangan lampirannya yang terbaru itu sama dengan yang beredar di kantor wali kota yang FAJAR sempat dapatkan.

Tak hanya lampiran surat lamaran yang berbeda-beda, penulisan sampul lamaran juga banyak yang salah. Beberapa pelamar menuliskan di sampul lamaran tujuan surat yakni ke Ketua Tim Pengadaan CPNS Pemkot Makassar tahun 2010. Sementara yang harusnya CPNSD. Demikian halnya dengan Pemprov Sulsel yang harusnya CPNS tapi ditulis CPNSD.

"Ini harus diperjelas sebab kalau salah tulis berarti salah. Tadi ada seribuan orang yang sudah salah," kata seorang pegawai Kantor Pos Besar Makassar yang melayani pelamar di bagian pintu masuk.
Belakangan pegawai itu memanggil Humas Kantor Pos Besar Makassar, Muhammad Kilat untuk memberi penjelasan, termasuk soal nomor akreditasi yang juga membingungkan pelamar yang memadati kantor pos hingga pukul 21.00 malam tadi.

"Tadi ada yang salah makanya kita hubungi pihak BKD Makassar dan dilakukan perubahan contoh lamaran. Foto yang disetor bukan hitam putih melainkan warna," kata Kilat yang menerima ralat dari BKD.

Kepala BKD Makassar, Sittiara mengatakan, untuk pelamar dokter, panitia akan menolak jika tidak menyertakan surat pernyataan tidak sedang mengikuti pendidikan spesialis. Artinya, harus sama dengan contoh surat lamaran kedua yang baru dipasang pukul 18.10 wita.

"Kalau dokter, panitia tolak kalau seperti itu (tanpa surat pernyataan, red). Itu juga (soal foto hitam putih, red). Lebih baik perbaharui karena saya sudah wanti-wanti panitia untuk tidak memberi toleransi," tegas Sittiara, dalam pesan singkatnya malam tadi.

Sementara itu, kemarin, pihak kantor pos besar Makassar sudah menyerahkan surat lamaran 536 pendaftar ke BKD Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel. Pembagiannya, 139 surat lamaran ke Pemkot dan sisanya, 397 ke Pemprov Sulsel.

"Untuk hari pertama saja ada ribuan yang datang. Namun hingga pukul 15.00 Wita, penyerahan pertama kita baru 536. Sisa surat lamaran yang masuk hari pertama akan diserahkan ke BKD besok pagi (pagi ini,red). Banyak juga di antara mereka hanya datang melihat-lihat persyaratan," kata Post Master PT Pos Indonesia Makassar, Basuki Artono, petang kemarin.

Pada kesempatan itu, Basuki juga membeberkan bahwa pihaknya tetap akan memberi pelayanan untuk pendaftar memasukkan surat lamarannya pada hari lebaran yang oleh pemerintah ditetapkan, Rabu, 17 November besok. "Waktu pendaftaran sangat pendek hanya hingga 19 November. Karena menganggap satu hari itu sangat penting bagi pelamar, makanya kami tetap buka meski lebaran dan tanggal merah. Ini bukti empati dan servis kami," katanya.

Hanya saja, karena warga mayoritas Islam dan menjalankan ibadah Salat Id serta silaturahmi, Kantor Pos Besar Makassar baru dibuka pukul 12.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita.
"Kita hanya buka di Kantor Pos Besar Jalan Slamet Riyadi. Untuk besok (hari ini, red), meski sudah ada yang melaksanakan Salat Id, kantor tetap buka seperti biasa. Kita ikut kalender," katanya.

Hingga malam tadi, Basuki tetap berada di kantornya bersama pegawainya. Pemantauan FAJAR, pelamar tetap memadati kantor pos. Dua meja panjang yang digelar pihak Pos juga sangat membantu pelamar untuk menulis dan menyiapkan lampiran surat lamarannya.

UMI Permudah Alumni

Dari UMI dilaporkan pihak kampus dalam hal ini Fakultas Teknologi Industri-Fakultas Ilmu Komputer (FTI-FIK) UMI tetap melakukan pelayanan bagi para alumni, Selasa, 16 November hari ini. Meskipun sesuai edaran ketua Yayasan Wakaf UMI telah menetapkan bahwa hingga Rabu kampus diliburkan.

Ketatnya verifikasi berkas dan ijazah di berbagai instansi baik instansi pemerintah maupun swasta dan BUMN yang kali ini melakukan penerimaan pegawai dan karyawan, membuat civitas akademika harus melunak dan kerja lembur.

"Bagi alumni, yang baru memiliki kesempatan dan waktu untuk melakukan verifikasi dan pengesahan ijazah serta pengambilan keterangan akreditasi, kami persilakan datang ke kampus FTI-FIK UMI. Meski Selasa hari libur, kami tetap membuka pelayanan kepada alumni," kata Muhammad Diah Yusuf, Ph.D Dekan FTI-FIK UMI kemarin.

Hanya saja, pelayanan mahasiswa dan alumni dibuka pukul 07.30 hingga pukul 12.00. Pembatasan waktu tersebut dengan pertimbangan memberi kesempatan kepada karyawan yang lain untuk mempersiapkan pelaksanaan Iduladha.

"Mepetnya jadwal pendaftaran di berbagai daerah dan instansi serta adanya hari libur nasional dalam minggu ini, membuat kami mengerahkan staf untuk tetap melakukan pelayanan bagi para alumni pada hari Selasa," tambah Bahar Baso, Kepala Tata Usaha FTI-FIK UMI. (amr)

KOMENTAR BERITA "BKD Pemkot Makassar Kerjai Pelamar"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).