SABTU, 20 NOVEMBER 2010 | 02:00 WITA | 161508 Hits
Share |

Ujian CPNS Diundur
UI-Pemprov Belum Sepakat Tarif, Standar Kelulusan Makin Rumit

MAKASSAR -- Ketidaksiapan pihak Universitas Indonesia (UI) merampungkan pembuatan naskah soal seleksi CPNS Sulsel, membuat jadwal pelaksanaan ujian berubah. Ujian seleksi CPNS yang semula dijadwalkan 6 Desember diundur menjadi 10 Desember.

Perubahan jadwal diputuskan setelah pertemuan tertutup antara sekretaris Provinsi Sulsel, sekretaris kabupaten, serta kepala BKD provinsi dan kabupaten dengan pihak UI di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 19 November. Pertemuan juga memutuskan mekanisme dan materi ujian CPNS.

Penundaan jadwal ujian juga terkait belum adanya kesepakatan tarif jasa pembuatan naskah ujian antara kabupaten dengan UI yang ditunjuk Pemprov Sulsel. Kecuali Makassar, seluruh kabupaten di Sulsel memang menggunakan jasa UI sebagai pembuat soal dan pemeriksa lembar jawaban komputer ujian seleksi CPNS 2010.

Kepala BKD Pinrang, Untung Pawittoi, yang dikonfirmasi usai pertemuan, mengakui belum adanya kesepakatan tarif dengan UI. Seluruh biaya pembuatan naskah ujian ditanggung masing-masing pemerintah kabupaten.

"Tadi (kemarin,red) estimasi biayanya sekira Rp20 juta untuk pembuatan naskah ujian. Tapi belum ditetapkan. Pembicaraan anggaran dilanjutkan Kamis pekan depan," beber Untung di ruang rapat pimpinan Kantor Gubernur Sulsel.

Pawittoi mengaku harus menyiapkan anggaran pembuatan naskah soal dan lembar jawaban komputer untuk sekira 4.000 peserta. Hingga menjelang penutupan pendaftaran CPNS, kemarin, jumlah pendaftar sudah mencapai 3.200 orang. Mereka memperebutkan 274 kuota untuk Kabupaten Pinrang.

Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim mengatakan, biaya pembuatan naskah ujian seleksi CPNS 2010 dengan UI sama saat kerja sama dengan Unhas tahun lalu. Setiap kabupaten dibebankan biaya pembuatan naskah ujian sebesar Rp20 juta.

Namun, itu belum termasuk biaya pemeriksaan lembar jawaban komputer peserta ujian sebesar Rp10 ribu per pelamar.

Muallim mengasumsikan jumlah pelamar setiap kabupaten rata-rata 3.000 orang. Sehingga jumlah keseluruhan di 23 kabupaten/kota se Sulsel (minus Makassar) sekira 70 ribu orang. Ditambah Pemprov Sulsel yang hingga malam tadi menerima pelamar 8.213 orang, tahun ini ujian CPNS 2010 di Sulsel akan diikuti sekira 78 ribu orang.

Artinya, tarif pembuatan naskah soal ujian untuk 23 kabupaten/kota plus provinsi yang diperoleh UI sebesar Rp480 juta. Bila asumsi minimal pendaftar 78 ribu orang se Sulsel yang ditangani UI, biaya pemeriksaannya mencapai Rp780 juta. Total biaya seleksi CPNS 2010 yang diperoleh UI yakni Rp1,2 miliar.

Muallim mengaku Pemprov Sulsel tetap ingin memberdayakan perguruan tinggi negeri lokal untuk pembuatan naskah soal ujian CPNS dan pemeriksaan LJK.
"Namun sampai batas waktu, hanya UI mengajukan permohonan. Kalau perguruan tinggi lain tidak mendaftar, kita tidak bisa memaksakan," ujarnya.

Selain soal tarif mahal, seleksi CPNS 2010 bakal lebih rumit dengan standar Universitas Indonesia, meski hasil akhirnya tetap menggunakan peringkat sebagai penentu kelulusan.

Peneliti UI yang mewakili pembuatan naskah ujian CPNS, Yudha Aliasgar mengatakan, naskah ujian CPNS antara alumni strata satu dan dua tidak berbeda. Jumlah soal sekira 100 pertanyaan.
Naskah soal antara diploma dua, diploma tiga, dan SMA juga tidak dibedakan. Sistem penilaiannnya juga menggunakan tes psikometri berdasarkan kematangan peserta ujian CPNS.

"Hasil ujiannya kami rangking berdasarkan bidangnya masing-masing," jelas Yudha.
Peserta alumni bidang hukum, kata dia, tidak akan diadu kematangan psikometrinya dengan pendaftar alumni kedokteran. Persaingan kelulusan diperketat dengan penggunaan empat digit di belakang nol.

Misalnya, seorang peserta mendapat hasil akhir 7,2556 dan peserta lain 7,2555 maka peserta dengan nilai 7,2556 berada di peringkat atas.

"Perbedaan 0,0001 bisa memenangkan tes. Materi ujian umumnya psikologi dan kematangan peserta. Pengetahuan umum juga ada. Kami belum menerima masukan untuk mengujikan materi muatan lokal," kata Yudha.

Hasil akhir ujian nantinya berupa peringkat dari keseluruhan peserta ujian seleksi. Pemilihan peserta ujian yang berhak menjadi peserta CPNS diserahkan ke Pemprov Sulsel atau pemerintah kabupaten.

Pemeriksaan lembar jawaban komputer nantinya dilakukan di kampus UI. Jarak yang cukup jauh dari Sulsel dengan pengawasan dari berbagai pihak yang tidak seketat ketika pemeriksaannya dilakukan di daerah, membuat peluang kecurangan penetapan peserta lulus tetap ada.

Yudha mengaku semua pihak dipersilakan melakukan pengawasan. Seluruh kegiatan pembuat naskah soal dan pemeriksa LJK terpantau melalui layar monitor.
"Silakan diawasi. Kami bekerja di dalam dan diawasi melalui layar monitor. UI juga tidak mudah diintervensi," katanya.

Terkait ketidaksiapan UI membuat naskah soal ujian yang membuat seleksi tertunda, Yudha mengaku timnya bisa bekerja cepat dan tidak menjadi masalah meskipun waktunya mepet. "Tapi mohon tanyakan ke BKD (untuk perubahan jadwalnya)," kata Yudha.

Kepala BKD Sulsel, Andi Murny Amien Situru mengatakan, perubahan jadwal ujian dari 6 Desember menjadi 10 Desember karena ketidaksiapan UI bila dilakukan pada tanggal semula. "Tapi ujian ini tidak ditunda. Jadwal sebelumnya memang masih tentatif," jelas Murny.

Meskipun jadwal pelaksanaan ujian berubah, kata Murny, pengumuman hasil seleksi CPNS tetap tidak berubah yakni, 20 Desember. Pemprov Sulsel juga tidak memperpanjang masa pendaftaran pelamar CPNS melalui PT Pos yang telah berakhir kemarin.

Didominasi Guru

Dari sejumlah daerah dilaporkan, kemarin sebagian sudah merampungkan proses pendaftaran. Pelamar CPNS di Bulukumba mencapai 3.937 orang. Dari jumlah tersebut pelamar dari formasi tenaga guru tetap mendominasi, disusul tenaga teknis, dan tenaga kesehatan.

Penanggungjawab penerimaan CPNS 2010 Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Bulukumba, Anan Gaffar menyatakan bahwa jumlah tersebut sudah sesuai dengan prediksi yakni 4.000 orang.
Di Soppeng, pelamar untuk formasi guru juga masih mendominasi, yakni 1.090 dari total 2.499 pelamar.

Pendaftaran di Soppeng ditutup pada pukul 20.00 Wita, lebih lambat dari jadwal semula pukul
16.00 Wita. Sekretaris BKDD Soppeng, Nurdin mengatakan kebijakan tersebut diambil untuk
memberi kesempatan peminat CPNS untuk mendaftar. Terutama mereka yang berasal dari luar Soppeng.

Formasi Kosong

Di Pangkep, tiga formasi CPNS 2010 dilaporkan belum terisi. Tiga formasi tersebut adalah S1 PGTK (2 orang), S1 Pendidikan Teknik Listrik (2 orang), dan S1 Kewirausahaan + Akta IV (1 orang).

Mengantisipasi kosongnya formasi tersebut, pihak BKDD Pangkep berencana melapor kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Harapannya, akan digantikan dengan formasi lain yang memiliki peminat.

"Kami masih berharap akan ada peminat dari daerah luar," kata Sekretaris BKDD Pangkep, Ansharullah.
Jurusan S1 PGTK tersebut memang sulit ditemukan peminatnya. Pasalnya, selama ini yang banyak peminatnya adalah S1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal yang sama juga dialami S1 Pendidikan Tekhnik Listrik, dimana sebagian besar peminat berasal dari kalangan S1 Teknik Elektro.

Selain itu, sejumlah pihak juga mempertanyakan diakomodasinya formasi DIII Nutrisi sebanyak lima orang. Padahal, alumni S1 Nutrisi di Pangkep melimpah namun tak diusulkan pada formasi CPNS tahun ini.

Pihak DPRD sendiri sudah mengetahui adanya masalah seputar formasi. "Kita berencana memanggil BKDD. Kenapa bisa ada formasi yang masih kosong," kata Wakil Ketua DPRD Pangkep, Rizaldi Parumpa.

Rizaldi mengaku sudah menerima banyak aduan dari masyarakat terkait pelayanan pada masa pendaftaran CPNS ini. Termasuk, sulitnya warga pulau melakukan pendaftaran karena tempat pendaftaran hanya dipusatkan di wilayah daratan.

Rekayasa Berkas

Sementara itu, hari terakhir pendaftaran CPNS di Sidrap diwarnai rekayasa berkas oleh sejumlah pelamar. Untung saja sejauh ini panitia seleksi masih cekatan menverifikasi berkas yang diajukan pelamar.

Sesuai data yang dihimpun FAJAR dari panitia seleksi, sebanyak 15 calon abdi negara tersebut nekat memalsukan indeks prestasi kumulatif (IPK) agar bisa diakomodasi. Selain berkas rekayasa, panitia seleksi juga menemukan berkas pelamar yang tidak sesuai formasi yang dibutuhkan, batas usia melebih ketentuan, serta berijazah PGSDI.

"Total berkas pelamar yang ditolak sebanyak 29 orang," jelas tutur Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan Karier BKDD Sidrap, Nasaruddin.

Menurut Nasaruddin, dibandingkan penerimaan CPNS formasi 2009 lalu, jumlah pendaftar tahun ini mengalami penurunan. Jumlah pelamar CPNS tahun lalu melebihi tiga ribu orang, sementara tahun ini hanya 2.937 orang. (rif-amr-arm-asr-aha-tir)

KOMENTAR BERITA "Ujian CPNS Diundur"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).