SELASA, 09 FEBRUARI 2010 | 21:35 WITA | 12171 Hits
Share |

Sekolah Pemimpin di Masa Datang
Oleh: Indri Milacahaya

Indri Milacahaya
Anak-anak merupakan anugerah yang paling berharga dari Tuhan Yang Maha Pengasih yang diciptakan-NYA dengan dibekali berbagai potensi dan kemampuan yang berbeda-beda sehingga mereka juga merupakan individu-individu yang unik. Mereka sangat berharga bagaikan mutiara-mutiara yang apabila diasah, maka akan semakin memancarkan kilau keindahannya.

Setiap orang tua, tanpa terkecuali, pasti mengharapkan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang terbaik. Sebagian orang tua bahkan menjadikan anak-anak sebagai investasi utama bagi masa depan mereka. Dan sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa, anak-anak merupakan masa depan kita semua.

Anak-anak kita sekarang ini merupakan generasi digital karena mereka dilahirkan pada zaman di mana digitalisasi sudah merambah ke seluruh aspek kehidupan manusia. Kita yang sekarang sudah dewasa disebut sebagai Digital Immigrant.

Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan derasnya arus informasi sudah menjadi tuntutan kebutuhan dalam kehidupan mereka. Mereka juga akan menjadi bagian dari masyarakat global yang mana batas-batas antar negara semakin borderless.

Dengan fakta-fakta tersebut, dapat kita bayangkan betapa sulit dan ketatnya persaingan yang akan anak-anak kita hadapi dalam menyongsong masa depan mereka. Namun kita juga harus sepakat dalam satu hal, "setiap anak berhak untuk dapat bersinar di kehidupan mereka". Apa dan bagaiamana kenyataan ini berimplikasi pada dunia pendidikan?

Sekolah merupakan tempat bagi para orang tua memercayakan pendidikan anak-anak mereka dengan harapan sekolah dapat membekali anak-anak mereka dengan berbagai kemampuan dan mengembangkan potensi terbaik mereka guna menyongsong masa depan.

Namun yang menjadi permasalahan utama di banyak sekolah, menurut Daniel Pink dalam Free Agent Nation, adalah irelevansi (ketidaksesuaian).

Yang kita temui di banyak sekolah dewasa ini adalah siswa merupakan objek bukan subjek pembelajaran, aktivitas belajar hanya fokus pada pencapaian akademik, kreativitas siswa dan guru tidak terakomodasi, potensi siswa tidak digali dan dikembangkan secara maksimal, fasilitas pendukung pembelajaran tidak memadai, dan sebagainya.

Lantas, apa dan bagaimanakah sekolah yang sesuai bagi generasi pemimpin? Jawabnya adalah tiada lain sekolah yang menjadi:

Pengembangan Hard dan Soft Skills

Hasil survei yang dilakukan The National Association of Colleges and Employers, USA menunjukkan bahwa kemampuan akademik yang ditunjukkan oleh besarnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menempati posisi ke 17 dari 20 faktor yang memengaruhi sukses seseorang dalam berkarier.

Communication skills, honesty/integrity, cooperative skills, intrapersonal skills, dan ethics secara berurutan menempati posisi lima besar faktor penunjang kesuksesan. Dengan demikian, sekolah seyogianya tidak lagi hanya menitikberatkan kepada pengembangan hard skills tetapi harus lebih menggali dan mengembangkan soft skills para peserta didik.

Mind, Heart, and Spirit (Holistic Education)

Sekolah yang baik mendisain kurikulum dan aktivitas pembelajarannya untuk menggali dan mengembangkan kemampuan fisik, intelektual, sosial-emosional, dan spiritual peserta didik. Seluruh kemampuan tersebut harus didesain sedemikian rupa sehingga terintegrasi antara satu dengan yang lainnya, bukan merupakan kemampuan dan aktivitas yang terpisah.

Laboratorium Kehidupan

Pembelajaran di sekolah dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi wadah kehidupan nyata para peserta didik. Mereka sudah harus dibiasakan untuk membuat proyek (merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi), bersosialisasi dan berinteraksi dengan berbagai kelompok umur. Mereka juga tumbuh dan berkembang dengan berbagai perbedaan sehingga mereka terlatih untuk mengatasi konflik dengan menggunakan problem solving approach.

Global Standard

Untuk dapat bersaing di dunia global, sekolah harus membekali peserta didik dengan berbagai kualifikasi berstandar internasional. Sekolah senantiasa mengembangkan kurikulum pembelajarannya dengan pendekatan-pendekatan terkini.

Program multilingual juga harus diberikan kepada peserta didik dengan terlebih dahulu ditopang oleh english speaking environment. Peserta didik juga perlu diperkenalkan dengan program-program seperti international english benchmarking, international student exchange program, pen pals, international competitions, dan lain sebagainya.

Pembelajaran Berbasis Teknologi

Pembelajaran berbasis teknologi bukan saja karena teknologi sudah menjadi tuntutan kebutuhan peserta didik, tetapi juga dimaksudkan untuk mendidik mereka menjadi independent learners. Perkembangan teknologi tentu saja membawa dua akibat yang menyertainya; akibat positif dan negatif. Oleh karenanya, peserta didik juga harus dibekali pemahaman tentang safety use of technology sehingga mereka mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara arif.

Active Learning

Pendekatan pembelajaran active learning sangat mendorong peserta didik untuk aktif dan lebih kreatif. Mereka memiliki wahana untuk bereksplorasi dan bereksperimen guna menemukan hal-hal yang baru. Active learning juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Brain Friendly Lesson

Mendesain pembelajaran tanpa memahami fungsi otak, sama seperti mendesain sarung tangan tanpa mengetahui bentuk dan fungsi tangan. Desain pembelajaran harus mendasarkan pada fungsi kerja otak sehingga aktivitas yang dilakukan menjadi lebih natural, bermakna, dan sesuai kebutuhan. Kegiatan pembelajaran harus merangsang fungsi kerja otak kiri dan otak kiri secara berimbang.

Eksplorasi Multiple Intelligences

Masing-masing individu peserta didik dianugerahi berbagai potensi yang bisa jadi sangat berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Sekolah harus memfasilitasi peserta didik dalam menemukan potensi diri dan mengembangkannya secara maksimal. Pengembangan potensi ini tentu saja membutuhkan treatment (perlakuan) yang berbeda-beda pula karena memang setiap individu adalah unik.

Pendidikan Karakter

Perilaku dan budi pekerti peserta didik merupakan aspek yang harus dikembangkan secara serius oleh sekolah. Peserta didik harus dibekali dengan pemahaman yang kuat dan mendalam mengapa mereka harus berperilaku dengan baik. Lingkungan sekolah juga harus mendukung dengan menjadi contoh nyata bagi para peserta didik.

Masyarakat Pembelajar

Di sekolah, bukan hanya peserta didik yang melakukan pembelajaran tetapi juga seluruh guru dan karyawan sekolah yang ada harus secara terus-menerus belajar mengembangkan kemampuan. Tepat kiranya ungkapan "kalau kita sudah tidak mau belajar, maka kita harus berhenti mengajar".

Fasilitas yang Memadai

Kegiatan belajar mengajar harus pula didukung oleh fasilitas yang memadai sehingga memungkinkan terjadinya pengembangan kemampuan peserta didik secara optimal. Fasilitas pendukung yang memadai ini diperlukan untuk pengembangan kemampuan baik akademik, seni, olah raga, dan bidang-bidang lainnya. (**)

KOMENTAR BERITA "Sekolah Pemimpin di Masa Datang"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).