SABTU, 20 MARET 2010 | 19:49 WITA | 26463 Hits
Share |

Permasalahan Tanah Berbelit-belit

SIBUK. Ekspresi sebagian peserta saat pembukaan Rakernas III Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah di Clarion Hotel and Convention Makassar, Jumat, 19 Maret. (FOTO TAWAKKAL/FAJAR)
MAKASSAR -- Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) berkomitmen memberi kepastian hukum terkait masalah pertanahan. Komitmen ini mengemuka pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III IPPAT di Clarion Hotel and Convention Makassar, Jumat, 19 Maret.

"Fokus kami adalah aktualisasi masalah-masalah terkini yang berkaitan pengurusan tanah. Sebab masalah yang kita tangani juga sangat dekat dengan sektor riil, yakni aset tanah," jelas Ketua Umum IPPAT, Sri Rachma Chandarwati.

Sri mengungkapkan permasalahan tanah yang selama ini dinilai berbelit-belit. Dampaknya, menyulitkan iklim investasi di Indonesia. Terutama saat pengurusan akta jual beli.

"Untuk pengurusan tanah itu sudah ada solusi dengan diterbitkannya beberapa peraturan oleh pemerintah. Kendalanya terletak pada oknum yang membuatnya semakin berbelit-belit. Namun jika persyaratannya sudah dipenuhi seperti surat cek, sertifikat dan beberapa hal lainnya maka pejabat yang melaksanakannya dipastikan harus mematuhi regulasi yang telah ada," papar dia.

Rakernas IPPAT berlangsung hingga Sabtu, 20 Maret, hari ini. Dalam rekarenas juga akan dibahas beberapa hal lain. Seperti penyediaan perumahan untuk masyarakat dan pemberian kredit perumahan, aspek hukum pemanfaatan ruang bawah tanah, serta sosialisasi Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. (fat)

KOMENTAR BERITA "Permasalahan Tanah Berbelit-belit"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).