KAMIS, 08 JULI 2010 | 01:15 WITA | 26931 Hits
Share |

Kasad Isyaratkan Pemekaran Kodam VII

SALAM KOMANDO. Kasad Jenderal TNI George Toisutta (tengah), Mayjen TNI Hari Krisnomo (kiri) dan Brigjen TNI Amril Amir pada sertijab Pangdam VII Wirabuana, di Lapangan Hasanuddin, Rabu 7 Juli. (FOTO NURHADI/FAJAR)
MAKASSAR -- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI George Toisutta mengisyaratkan pemekaran komando daerah militer (kodam) akan terus berlanjut. Tidak terkecuali Kodam VII Wirabuana. Jenderal kelahiran Makassar itu bahkan secara gamblang menyebutkan bahwa untuk pemekaran Kodam VII sisa menunggu permintaan berbagai elemen masyarakat di wilayah ini.

"Asalkan ada permintaan dari seluruh komponen masyarakat, maka tidak ada alasan bagi TNI AD untuk tidak mengembangkan Kodam VII Wirabuana," jelas Kasad Toisutta usai serah terima jabatan (sertijab) Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII dari Mayjen TNI Hari Krisnomo kepada Brigjen TNI Amril Amir di Lapangan Hasanuddin, Rabu 7 Juli.

Yang pasti, lanjut mantan pangkostrad itu, permintaan tersebut didasari oleh kondisi riil di lapangan. Di antaranya luas wilayah, jumlah penduduk dan tingkat kerawanan wilayah, serta perangkat kerja.

"Saat ini kita sedang mengkaji kemungkinan pengembangan sejumlah kodam seperti sudah berlangsung di Kalimantan. Semua faktor pendukung itu kita analisa, lalu kita padukan dengan keinginan masyarakat," tambah Kasad Toisutta.

Dari segi perangkat kerja dan cakupan wilayah kerja, Kodam VII Wirabuana memang sudah memenuhi kriteria pengembangan. Saat ini, korem di wilayah Kodam VII ada enam, yaitu Korem 131 Manado, Korem 132 Palu, Korem 141 Bone, Korem 142 Parepare, dan Korem 123 Tadulako, serta Korem 143 Kendari.

Sementara dari luas wilayah, Kodam VII tergolong cukup luas. Selain menaungi seluruh daratan Sulawesi, juga mencakup pulau-pulau di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina dengan medan yang tidak ringan.

Prosesi Sertijab

Jalannya prosesi sertijab Pangdam VII Wirabuana, dari Mayor Jenderal TNI Hari Krisnomo kepada Brigadir Jenderal TNI Amril Amir di Lapangan Hasanuddin, pagi kemarin berlangsung meriah. Masyarakat memadati lapangan yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman itu sejak pukul 07.00 Wita.

Jalan Jenderal Sudirman sejak depan rumah jabatan Gubernur Sulsel hingga depan RS Pelamonia, sudah ditutup untuk kendaraan umum mulai pukul 06.00 Wita. Hal itu untuk melancarkan kegiatan devile pasukan dan kendaraan tempur milik Kodam VII Wirabuana.

Seusai prosesi sertijab Pangdam VII Wirabuana, Kasad Jenderal TNI George Toisutta dan para undangan, disuguhi atraksi bela diri Yongmoodo. Atraksi ini melibatkan seratusan personel Kodam VII bersabuk biru dan putih.

Usai atraksi bela diri, dilanjutkan demonstrasi serangan permukiman. Atraksi pertempuran dalam perkampungan ini melibatkan seluruh satuan tempur dan bantuan administrasi Kodam VII Wirabuana.
Demonstrasi ini bersetting sebuah perkampungan di Desa Bontoramba yang dikuasai teroris. Kemudian ada penyerangan dilakukan prajurit Kodam VII, termasuk Korps Wanita Angkatan Darat.

Demonstrasi pertempuran yang diatur sedemikian rupa tampak nyata. Sejumlah ledakan berbahan peledak TNT serta rentetan tembakan, terdengar beberapa kali. Kasad dan para undangan pun tampak cukup terhibur. Terlihat mereka beberapa kali memberikan applaus.

Usai atraksi pertempuran, ditampilkan Parodi Nusantara Sultan Hasanuddin bertajuk "Menitipkan Ibu Pertiwi". Parodi ini dibawakan personel Batalyon Armed 676.
Seremonial sertijab ditutup dengan defile pasukan dan kendaraan tempur. Kegiatan ini dipimpin Danrem 123 Tadulako, Kolonel Kavaleri Tamrin Marzuki.

Selain defile pasukan dan kendaraan tempur, turut memeriahkan komunitas jeep, sepeda ontel, motor gede, dan pasukan berkuda. Hanya saja, saat defile pasukan tempur, terjadi sedikit insiden. Selongsong peluru yang dibawa seorang prajurit Kodam VII terjatuh di aspal saat akan memberi penghormatan kepada Kasad.

Sertijab Pangdam VII Wirabuana kemarin, juga dihadiri Pangkostrad Letjen TNI Burhanuddin, Pangdip I Kostrad Mayjen TNI Gerhan Lantara, Pangdam Udayana Mayjen TNI Rahmat Widianto, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Leo Siger, Kapolda Sulsel Irjen Pol Adang Rochjana, Danlantamal Laksma TNI Bambang Wahyudin, Pangkoopsau II, Kapolda Sultra, Sulteng, dan mantan Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Arief Budi Sampurno.

Juga hadir Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulteng, Wagub Gorontalo, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya se-Pulau Sulawesi. Saat ramah-tamah, para pejabat ini berkesempatan menyumbangkan lagu andalannya masing-masing.

Mantan Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Hari Krisnomo yang mendapat jabatan baru sebagai Asisten Logistik Mabes TNI mengatakan, meski baru enam bulan bertugas di Sulsel, tapi dia merasa sudah sangat dekat dengan masyarakat.

"Saya mohon doa restu seluruh masyarakat Sulsel, agar di jabatan yang baru saya emban nantinya, bisa lebih baik. Untuk pengganti saya, pasti lebih baik karena sudah ada pengalaman sebagai Kasdam," ujarnya. (ram)

KOMENTAR BERITA "Kasad Isyaratkan Pemekaran Kodam VII"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).