KAMIS, 22 JULI 2010 | 19:40 WITA | 13736 Hits
Share |

Warga Sandera Dua Kapal
MAKASSAR -- Dua unit kapal milik perusahaan asal Banjarmasin, PT Sinar Sarana Samudera disandera sekelompok warga di Dermaga Paotere. Penyanderaan itu sudah berlangsung lebih kurang sebulan sejak 15 Juni lalu.

Kapal yang disandera adalah Kapal Takbud Salla dan Kapal Tongkang HL 1 dengan bobot kapal 4.000 ton. Kapal tersebut disandera sebelum masuk ke Dermaga Paotere dengan jarak lebih kurang satu kilometer dari dermaga. Sebelumnya kapal ini dari Banjarmasin tujuan Saumlaki, Maluku, yang memuat besi baja.

Direktur Operasional PT Sinar Sarana Samudera, Andry menuturkan, tanpa ada penjelasan detail dua kapal milik perusahaannya disandera sekelompok warga ketika berada satu kilogram dari dermaga. "Kala itu, beberapa orang naik ke atas kapal dan meminta seluruh anak buah kapal turun," ujar Andry, Rabu, 21 Juli.

Menurut Andry, dia tidak mengenali satu pun dari kelompok warga yang melakukan penyanderaan kapal. Andry mengaku, tidak pernah ada masalah dengan warga di Dermaga Paotere maupun pemilik besi baja yang diangkut menggunakan kapal milik perusahaannya.

Akibat penyanderaan tersebut, pihaknya merugi sebesar Rp 500 juta. Karena itu, Andry meminta polisi untuk mengusut lebih lanjut kasus ini. "Perusahaan kami sudah merugi besar dengan penyanderaan kapal yang dilakukan warga tanpa sebab yang jelas," ucapnya.

Kuasa Hukum PT Sinar Sarana Samudera, Nasiruddin Pasigai, mengaku sudah melaporkan kasus ini di Polrestabes Makassar sejak pekan lalu. Kasusnya pun sementara diselidiki penyidik Unit VI Satreskrim Polrestabes.

"Klien kami jelas sudah dirugikan. Barang yang akan dikirimkan ke Saumlaki terlambat kurang lebih satu bulan. Kami minta polisi menangkap pelaku yang menyandera kapal," desaknya.

Data yang diperoleh di lapangan, massa yang menyandera kapal di Pelabuhan Paotere meminta tebusan sebesar Rp 450 juta hingga Rp 2 miliar. Kepala Satreskrim Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi Fajaruddin yang dikonfirmasi terkesan menyembunyikan kasus ini. "Ah, tidak ada penyanderaan kapal. Teroris kali," ujarnya singkat. (ram)

KOMENTAR BERITA "Warga Sandera Dua Kapal"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).